Menemukan Diri Sendiri

Temukan dan kembangkanlah potensi yang kita miliki sehingga berdampak pada kehidupan ini sehingga memberi arti bagi diri sendiri dan orang lain

Pernahkah kita melakukan pencarian terhadap diri kita sendiri terutama untuk melihat jejak rekam kita dari lahir sampai hari ini? Kesibukan dan rutinitas sehari-hari seriingkali menjadi penyebab utama munculnya kelupaan bagi kita untuk bertanya tentang diri kita sendiri. Bahkan kita menjadi asing dan tidak mengenal secara pribadi. Sebuah perjalanan yang kita lakukan akan terasa indah kalau kita mengerti apa yang menjadi tujuan dari perjalanan tersebut. Sehingga sejak awalpun kita sudah mempunyai perencanaan yang mendalam mengenai apa saja yang akan kita lakukan selama dalam perjalanan. Bahkan, kitapun sudah mencoba untuk membayangkan apa yang akan kita temui selama dalam perjalanan. Tidak selalu harus menemukan sesuatu yang indah bahkan kitapun seringkali sudah menduga banyak kendala-kendala yang akan kita temui selama perjalanan tersebut. Untuk itu dalam diri kita harus tumbuh suatu kesadaran bahwa ada banyak rangkaian proses yang harus kita lalui. Dan seringkali kita mudah terjebak untuk segera mengakhiri proses meskipun pada kenyataannya kita belum sampai pada titik tujuan tertentu. Disinilah seringkali muncul dorongan dalam diri kita untuk tidak setia dengan setiap tahapan yang harus kita lalui.

Kita lebih senang untuk segera mendapatkan hasil meskipun proses yang kita lalui harus menabrak hal-hal yang berkaitan dengan prinsip hidup kita. Tetapi keuntungan bagi kita yang mempunyai tujuan adalah semakin banyak hambatan dan kendala yang kita hadapi maka dalam diri kitapun sudah siap dengan berbagai macam cara untuk mengatasinya. Demikian pula dengan perjalanan menemukan diri sendiri merupakan suatu proses yang tidak pendek bahkan bagi sementara orang merupakan aktivitas yang melelahkan dan cenderung membosankan. Mengapa demikian? Karena menemukan diri sendiri sama saja kita selalu harus mau bertanya, merefleksikan dan mengevaluasi yang mau tidak mau membutuhkan suatu kemampuan untuk membuka hati, pikiran, dan juga ingatan kita. Justru dengan begitu kita akan semakin tahu bahwa proses untuk menemukan diri sendiri tidaklah cukup apabila dipahami sebagai sesuatu yang instant melainkan proses yang terus saja berlangsung sampai kita kembali kepada pangkuan Sang Ilahi. Namun sayang banyak di antara kita yang mungkin cepat merasa capai, menghentikan langkah, bahkan menyerah saat melakukan perjalanan karena tidak tahu kemana langkah kaki akan berhenti. Sehingga dalam diri kita seringkali tidak muncul suatu semangat untuk melakukan sesuatu dengan maksimal karena merasa tidak ada tantangannya.

Sebuah perjalanan terasa akan berarti apabila yang kita jalani bukanlah sesuatu yang terjadi secara instant. Artinya, setiap proses yang terjadi pada diri kita baik itu yang menyenangkan maupun yang membuat kita merasa terhambat merupakan sesuatu yang penuh arti dan makna dalam kehidupan ini. Hanya saja banyak di antara kita yang mungkin tidak pernah menyadari bahwa semakin kita menemui kesulitan sebenarnya dalam diri kita sedang menyusun langkah dan membuat tangga-tangga menuju ke suatu puncak kesuksesan. Banyak orang di sekitar kita yang sekarang kita anggap sukses hidupnya justru berasal dari orang-orang yang latar belakang kehidupannya susah. Karena kesusahannya itulah justru memotivasi mereka untuk berani bangkit, bangun, bahkan berlari mengejar impian-impian yang harus menjadi suatu kenyataan. Bukan berarti mereka tidak pernah mengalami hambatan. Justru dengan hambatan tersebut ia mempunyai pijakan yang lebih tinggi supaya lompatan-lompatan yang akan ia lakukan mempunyai dasar yang kuat. Artinya apa? Kesulitan atau hambatan yang dialami oleh mereka tidak menjadikan semangatnya turun justru akan lebih terpacu lagi dalam melakukan suatu tindakan yang kongkret. Lalu bagaimana dengan diri kita? Hal ini dapat kita lakukan apabila kita menyadari bahwa ada banyak potensi yang kita miliki dan mungkin belum kita sadari apalagi kita gunakan dan kembangkan secara optimal.

Perjalanan untuk menemukan diri sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Membutuhkan sebuah proses yang sangat panjang, melelahkan, bahkan terasa membosankan bagi siapapun yang tidak mempunyai semangat. Karena bagaimanapun juga menemukan diri sendiri adalah pekerjaan yang membutuhkan perjuangan tersendiri. Bahkan seringkali terjadi semakin kita ingin menemukan diri kita sendiri justru yang sebaliknya kita tidak akan pernah menemukan diri sendiri. Mengapa demikian? Karena seringkali kita mengharapkan segala sesuatunya terjadi dengan seketika. Sehingga apapun yang kita lakukan dengan segenap tenaga tidak akan mendapatkan hasil apapun karena kita tidak pernah setia dengan setiap proses yang harus kita lalui. Menemukan diri sendiri membutuhkan kesabaran, kesetiaan, dan kesungguhan untuk selalu berani jatuh bangun karena ada kemungkinan untuk gagal. Justru semakin kita berani bergumul dengan setiap peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan berarti dalam diri kita sedang mempersiapkan tangga-tangga kecil yang dapat kita naiki untuk menuju proses penemuan diri. Meskipun seringkali kita harus jatuh bangun karena terpeleset licinnya tangga tersebut. Tetapi hal itu tidak akan pernah menyurutkan langkah kita karena semakin tergelincir, kita akan sadar dan mengerti bagaimana melangkahkan kaki dengan benar. Kita tdak akan pernah sampai kepada puncak tertinggi dari pendakian kita tanpa melalui puncak terendah. Hal ini mengandung suatu makna bahwa segala sesuatunya ada proses dan waktunya. Hanya saja bagaimana kita mengalami setiap proses yang harus kita lakukan tentu saja akan menentukan kualitas dari pencapaian yang ingin kita tentukan.

Jatuh bangun dalam sebuah perjalanan ataupun pendakian adalah hal yang wajar dan banyak orang yang mengalaminya. Yang penting adalah sikap yang kita munculkan ketika kejatuhan ataupun kegagalan kita alami. Banyak orang yang justru memilih untuk dikendalikan oleh kejatuhannya itu. Akibatnya sekali ia mengalami kejatuhan seketika itu juga menghentikan langkahnya. Namun ada banyak juga orang yang memaknai kejatuhan sebagai sebuah proses untuk mengumpulkan energi dan kekuatan supaya dapat lebih kuat dan kencang lagi ketika harus berlari. Sekali lagi semuanya tergantung bagaimana kita memaknai itu semua. Tetapi ingat, setinggi apapun puncak yang ingin kita tuju maka konsekuensinya adalah keberanian kita untuk memulai melakukan dari lapisan terbawah dan secara konsisten terus melangkah menuju puncak berikutnya sampai pada akhirnya sampailah puncak tertinggi yang kita inginkan.

Widijo Hari Murdoko

2020-04-08T12:24:06+00:00